korannews.comBunga kredit bank kini masih terbilang besar. Bahkan ada beberapa segmen yang bunganya menembus dobel digit atau di atas 10%.

Padahal suku bunga simpanan baik deposito maupun tabungan kini sudah sangat rendah. Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan jika saat ini di Indonesia mengalami fenomena sulit turunnya bunga kredit.

Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor salah satunya teori interest rate rigidity. “Jadi ketika BI beberapa tahun terakhir melakukan penurunan bunga acuan, itu respons suku bunga kredit perbankan sangat lambat,” kata dia saat dihubungi, Senin (12/9/2022).

Interest rate rigidity artinya ada kekakuan dari bank untuk mengikuti arah dari penurunan suku bunga acuan. Bhima menjelaskan, kedua yang lebih krusial lagi bank memperhatikan beban operasional terutama bank bank buku II atau I yang modalnya kecil.

Ketiga, bank saat ini masih melihat tingkat risiko bank dengan kompensasi bunga kredit yang mahal. Hal ini karena ada kekhawatiran setelah restrukturisasi akan terjadi kenaikan risiko kredit macet (non-performing loan/NPL).

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan memang ini adalah anomali pada sistem keuangan Indonesia. Namun, di Indonesia sendiri bunga kredit dan simpanan di bank sangat beragam.

Besaran bunga akan berbeda untuk setiap orang, tak bisa disamaratakan. Perbedaan juga tergantung dari jenis simpanan, produk maupun jenis kredit.

Selain itu juga akan terlihat bedanya antara bank besar dan bank yang kecil. Menurut Piter, saat ini di bank besar suku bunga yang diberikan untuk simpanan sangat kecil karena bank besar cenderung memiliki daya tawar yang besar.

“Mereka merasa likuiditas masih cukup, karena periode kemarin likuiditas masih berkumpul di bank besar. Apalagi bank juga pusing menyalurkan, jadi mereka ke SBN dan selama pandemi belum menyalurkan kredit dan sekarang juga belum normal,” jelasnya.

Dengan begitu, likuiditas yang ada sekarang ini masih cukup, jadi ketika suku bunga naik bunga simpanan dipertahankan selama mungkin. Justru yang dinaikkan adalah suku bunga kredit secara perlahan.