korannews.com – Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan ke level 3,75%. Kenaikan bunga acuan dilakukan setelah selama 18 bulan berturut-turut ditahan pada level 3,5%.

Biasanya jika bunga acuan naik, maka suku bunga bank juga akan mengikuti, mulai dari bunga simpanan hingga bunga kredit. Berapa lama transmisi kenaikan bunga acuan terhadap bunga kredit?

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan bunga kredit akan naik pada tiga bulan setelah bunga acuan BI dinaikkan.

“Bunga kredit akan lebih cepat naik, tiga bulan jedanya dari BI rate, tapi sekarang kalau dilihat kondisi likuiditas memang lebih ample di bank besar, kecuali naik lagi bunga acuannya ya. Bank juga harus mengantisipasi ke depan dan ini sangat tergantung likuiditas bank,” kata dia saat dihubungi, Senin (12/9/2022).

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan pergerakan suku bunga bank khususnya kredit lebih cepat ketika bunga acuan naik. Oleh karena itu transmisi suku bunga ketika menurun juga harus diatur untuk melihat respons bunga kredit.

“Bank harus konsolidasi dan investasi di sektor digital agar tercapai. NIM bisa ditekan,” jelasnya.

Dari data BI disebutkan permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Juni 2022 tetap tinggi sebesar 24,66%. Seiring dengan kuatnya permodalan, risiko tetap terkendali yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) pada Juni 2022 2,86% (bruto) dan 0,80% (neto).

Likuiditas perbankan pada Juli 2022 tetap terjaga didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,59% (yoy). Apalagi saat ini loan to deposit ratio (LDR) bank masih relatif rendah.

Di pasar kredit, suku bunga kredit menunjukkan penurunan 53 bps pada periode yang sama menjadi 8,94%. Dari sisi permintaan, peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi yang terus berlanjut, tercermin dari tingkat penjualan dan belanja modal yang tetap tumbuh tinggi, terutama di sektor pertanian, pertambangan, industri, dan perdagangan.