korannews.comJakarta, CNBC Indonesia – Harga komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) naik di sesi perdagangan Senin (12/9/2022), setelah drop 8,2% di sepanjang pekan lalu. Lantas, bagaimana tren ke depan?

Mengacu pada Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan naik 0,72% ke MYR 3.620/ton pada pukul 09:45 WIB.

Secara teknis, Wang Tao, analis komoditas Reuters memprediksikan harga CPO dapat menguji ulang titik resistance di MYR 3.666/ton, penembusan di atas dapat menyebabkan kenaikan ke kisaran MYR 3.738-3.783/ton.

Pada Jumat (9/9), minyak kelapa sawit berjangka Malaysia ditutup melesat 1,52% menjadi MYR 3.595/ton (US$ 799,6/ton). Pendiri Palm Oil Analytics Sathia Varqa memprediksikan kenaikan tersebut karena dipengaruhi oleh kenaikan pada harga minyak saingan.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melesat 1,1%. Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Meski begitu, harga CPO masih drop 8,2% secara mingguan dan ambles 12,58% secara bulanan. Secara tahunan, harga CPO juga anjlok 15,99%.

Selain itu, Surveyor Kargo Intertek Testing Services pada Sabtu (10/9) melaporkan bahwa ekspor CPO Malaysia untuk periode 1-10 September 2022, melesat naik 16,2% menjadi 423.912/ton dari 364.910/ton pada periode yang sama bulan sebelumnya.

Para pelaku pasar masih menunggu rilis data mengenai penawaran dan permintaan pada Agustus 2022 dari Dewan Minyak Sawit Malaysia yang dijadwalkan akan dirilis pada hari ini. Namun, analis memproyeksikan bahwa persediaan CPO akan meningkat di atas 2 juta ton untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

TIM RISET CNBC INDONESIA