korannews.com – “Pengalihan arus melihat kondisi nanti, namun kami tetap melakukan pengaturan lalu lintas,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Edi Suprianto.

Polisi mengimbau masyarakat yang akan melakukan unjuk rasa untuk tertib dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kawasan itu dipilih sebagai titik unjuk rasa karena ada salah satu kantor pusat, perusahaan pemilik aplikasi ojek online.

Tuntutan elemen masyarakat dalam aksi Senin (12/9/2022) ini masih sama yakni menolak kenaikan harga BBM dan kenaikan tarif pengemudi ojek daring (online).

Sebelumnya, beberapa elemen massa yang akan berunjuk rasa di antaranya dari komunitas ojek daring (online) dan sejumlah organisasi mahasiswa pada Jumat.

“Kelompok elemen masyarakat tersebut menyampaikan aspirasinya terkait BBM ini di DPR, Patung Kuda dan LBH, Menteng, Jakarta Pusat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga akan melakukan pengawasan terhadap massa yang menggelar aksi unjuk rasa tanpa pemberitahuan.

“Kemudian ada elemen lain yang tidak memberitahukan, ini kita antisipasi dan kita awasi,” pungkasnya.

Pemerintah sebelumnya menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter sejak Sabtu 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.