Bisnis  

Krisis Perbankan Menyebar hingga ke Eropa, Harga Kripto “Rontok”

Krisis Perbankan Menyebar hingga ke Eropa, Harga Kripto “Rontok”

korannews.com – Pasar aset kripto tampak berkabut pada pagi ini, Kamis (16/3/2022). Melansir Coinmarketcap pagi ini 8 dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bergerak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai mata uang kripto paling redup adalah Polygon (MATIC) yang ambles 6,9 persen menjadi 1,12 dollar AS per coin yang setara dengan Rp 17.226 (Kurs Rp 15.381 per dollar AS). Dogecoin (DOGE) juga terjun 6,5 persen menjadi 6 sen per coin, dan Cardano (ADA) ambles 5,6 persen menjadi 0,3 dollar AS per coin.

Ripple (XRP) melemah 3,4 persen menjadi 0,3 dollar AS per coin, Ethereum (ETH) turun 2,7 persen menjadi 1.657 dollar AS per coin, Bitcoin (BTC) terkoreksi 1,4 persen pada level 24.404 per coin, dan Binance Exchange (BNB) melemah 0,58 persen menjadi 307,7 dollar AS per barrel.

Pagi ini stablecoin atau mata uang kripto golongan mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil terhadap dollar AS, seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Binance USD (BUSD) bergerak bervariasi.

USDT naik 0,12 persen pada level 1 dollar AS per coin, dan USDC menguat 0,01 persen menjadi 0,9 dollar AS per coin. Sementara itu, BUSD melemah 0,09 persen pada posisi 1 dollar AS per coin

Mengutip Coindesk, penurunan harga Bitcoin di bawah level 24.500 terjadi karena investor menimbang potensi krisis perbankan yang meluas ke Eropa. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran tentang skandal Credit Suisse, bank terbesar kedua di Swiss.

Saham raksasa perbankan Swiss Credit Suisse (CS), telah diguncang skandal selama setahun terakhir dan membukukan kerugian selama lima kuartal berturut-turut. Hal ini diperkeruh dengan rencana investor terbesar CS, Saudi National Bank, yang tidak akan menginvestasikan modal.

Namun begitu, Bank Nasional Swiss menyatakan kesediaannya untuk menyediakan likuiditas jika diperlukan kepada CS. Atas kondisi tersebut, saham Credit Suisse anjlok 13 persen pada perdagangan Rabu, begitu pula beberapa saham perbankan Eropa termasuk bank Prancis BNP Paribas (BNP.PA) dan Société Générale (GLE:FP), turun masing-masing sebesar 8 persen dan 10 persen.

“Credit Suisse adalah cerita yang lebih besar daripada Silicon Valley Bank (SVB) dan ini membuat Wall Street sangat gugup,” tulis Edward Moya, analis pasar senior di pembuat pasar valuta asing Oanda.

“Penurunan Bitcoin tidak seburuk itu jika Anda mempertimbangkan berapa banyak tekanan yang memukul saham, harga minyak, dan euro,” tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Exit mobile version