korannews.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki optimistis, pembangunan pabrik minyak makan merah perdana dilakukan pada Oktober 2022 mendatang.

Adapun sebelumnya target pembangunan pabrik minyak makan merah ini bisa terlaksana pada bulan Agustus 2022 yang lalu.

“Ini memang sedikit agak molor targetnya kemarin Agustus tapi karena ada beberapa tambahan jadi kita baru kali ini (melalukan penyerahan dokumen), saya kira enggak akan mengganggu proses. Kita nyakin ini sudah sesuai timeline kita,” ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (12/9/2022).

Lebih lanjut Teten mengatakan, tahapan untuk pembangunan pabrik minyak makan merah perdana telah menyentuh 50 persen. Dari 11 tahapan yang perlu dilalui, sudah ada 5 tahapan yang berhasil dicapai.

Salah satunya adalah tahapan penyerahan Detail Engineering Design (DED) dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) ke Kementerian Koperasi dan UKM. Kemudian untuk label SNI juga sudah dalam proses konsensus BSN.

Dengan begitu dia berharap target pendistribusian minyak makan merah bisa segera dilaksanakan pada Januari 2022.

Adapun kemampuan pabrik tersebut akan mengelola 10 ton minyak makan merah per hari untuk didistribusikan.

“Nanti piloting ini mesin dibuat PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit), ini sejarah baru bagi persawitan Indonesia yang di mana petani sawit yang sudah berkoperasi ini bisa bangun minyak makan merah dan mendistribusikannya,” kata Teten.

Teten Masduki juga mengatakan proyek percontohan pabrik minyak makan merah akan menguntungkan bagi petani. Sebab dengan begitu kata dia, pabrik minyak makan merah membuat petani bisa memproduksi sendiri hasil kebunnya.